Volume 1 No. 2: Implikasi One China Policy Terhadap Hubungan Kerja Sama Dagang Taiwan dan ASEAN



Shyintia Lo
Universitas Kristen Indonesia

Abstract

Taiwan’s international status and diplomatic activities have been replaced by mainland China since the One China Policy is issued in 1979. These boundaries affect Taiwan’s strength in cooperating with countries in the world, including ASEAN. Nevertheless, Taiwan remains active in expanding its economic power, this is seen by the Taiwan’s membership in the WTO and the opening of trade cooperation offices in other countries. This research uses quantitative research methods by using graphs and tables to analyze the dynamics of Taiwan and ASEAN trade since the issuance of policy. The policy does not have a direct impact on Taiwan and ASEAN trade because both of them are the largest partner until 2015, followed by a significant increase in investment and trade. China’s hegemony in ASEAN has led to dilemmatic conditions and can intimidate ASEAN countries regarding cooperation with Taiwan if they are considered as threat to China’s interests. Taiwan through its New Southbound Policy strategy in ASEAN seeks to minimize the impact of Chinese policy.

Keywords : One China Policy, New Southbound Policy, China, Taiwan, ASEAN, Perdagangan

Abstrak

Status internasional dan aktivitas diplomasi Taiwan tergantikan oleh China daratan sejak dikeluarkannya One China Policy pada 1979. Keterbatasan tersebut mempengaruhi kekuatan Taiwan dalam menjalin kerja sama dengan negara-negara di dunia, termasuk kawasan ASEAN. Meskipun demikian, Taiwan tetap aktif dalam mengekspansi kekuatan ekonominya, ini dilihat dengan bergabungnya Taiwan dalam WTO serta dibukanya kantor kerja sama dagang di negara lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menyajikan data-data seperti grafik dan tabel untuk menganalisis dinamika perdagangan Taiwan dan ASEAN sejak dikeluarkannya One China Policy. Kebijakan tersebut tidak berdampak secara langsung terhadap perdagangan Taiwan dan ASEAN karena keduanya saling menjadi mitra perdagangan terbesar hingga 2015 yang diikuti dengan peningkatan investasi dan perdagangan yang signifikan. Besarnya kekuatan hegemoni China di ASEAN menyebabkan kondisi dilematis dan dapat mengintimidasi negara ASEAN terkait kerja sama dengan Taiwan jika dianggap mengancam kepentingan China. Taiwan melalui strategi New Southbound Policy di ASEAN berupaya meminimalisir dampak kebijakan China tersebut.

Katakunci : One China Policy, New Southbound Policy, China, Taiwan, ASEAN, Perdagangan

Full-Text PDF||Read-Online



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *